Welcome to our online store

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus. Duis cursus egestas hendrerit. Fusce luctus risus id elit malesuada ac sagittis magna tempus. Sed egestas fringilla turpis at ullamcorper. Pellentesque adipiscing ornare cursus.
Latest Products
Showing posts with label Proses pembuatan batik. Show all posts
Showing posts with label Proses pembuatan batik. Show all posts
Batik Tulis

Batik Tulis


Batik tulis

Batik tulis

Batik tulis yaitu batik yang dihasilkan dengan cara menggunakan canting tulis sebagai alat gambar. Caranya dengan melekatkan cairan lilin malam (wax) pada permukaan kain. Teknik pembuatan batik ini lebih rumit dan lebih lama waktu pengerjaannya. Hasilnya pun lebih bersifat individual. Artinya hasil akhir tergantung pada ketrampilan tukang pembatiknya. Semakin teliti dan halus pembuatannya maka hasilnya akan lebih halus pula.

Proses pembuatan batik tulis

Proses pembuatan batik tulis diperlukan persiapan secara matang agar memperoleh hasil yang bagus. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut :
1. Persiapkan sehelai kain mori putih yang sudah diberi warna dasar dengan warna muda.

2. Buatlah pola di atas kain dengan pensil. Bagi yang telah ahli, pola ini langsung dibuat dengan menggunakan canting dan malam. kegiatan ini biasa disebut mola atau membuat pola atau nyemplongi.

3. Wajan berisi malam disiapkan. Api kompor kecil saja untuk menghindari lidah apikompor yang menjilat lilin malam dalam wajan karena dapat terbakar. Biarkan sampai malam meleleh, cair dan berwarna tua sehingga didapatkan malam yang mencair dengan sempurna. Dengan begitu mmalam dapat mencair lancar pada cucuk canting.

4. Siapkan canting sesuai ukuran yang dibutuhkan. Cara memegang canting disesuaikan dengan bentuk canting yang memiliki ujung melekung dan besar. Hal ini berbeda  dengan pensil atau pena yang memiliki ujung lurus.

5. jika sudah siap ambillah malam dengan canting atau nyamplungan.

6. perhatikan ujung cucuk canting agar selalu dalam kondisi siap sebelum memulai membatik. Cucuk canting yang dalam keadaan siap tidak ada genangan malam berlebihan di ujung canting. Dengan begitu cucuk canting dalam keadaan lancar tidak tersumbat. Supaya lancar biasanya pembatik meniup cucuk canting. Jika dengan tiupan cucuk canting masih tersumbat maka diatasi dengan menusuk lubang cucuk canting dengan serat ijuk.

7. hati-hati ketika proses membatik dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari agar malam yang masih dalam keadan panas tidak mengenai telapak tangan.

Proses pewarnaan batik tulis

Langkah slanjutnya setelah pemalaman adalah pemberian warna pada batik. Dua cara pewarnaan batik dilakukan dengan teknik celup dan teknik colet atau coletan.

a. teknik celup
teknik celup adalah cara pewarnaan dengan mencelupkan seluruh kain mori ke dalam cairan warna. Seluruh bagian kain direndam sehingga seluruhnya terkena cairan warna.

b. teknik colet
teknik colet yaitu teknik pewarnaan pola-pola batik dengan dikuaskan pada setiap bidang pola seperti melukis. Dengan demikian, teknik ini dapat menghasilkan pewarnaan lebih detail dan berwarna-warni. Alat atau kuas yang digunakan disebut colet yangb terbuat dari belahan bambu yang salah satu ujungnya dibuat seperti kuas.

Proses Pelorodan

Pelorodan yaitu tahap melepaskan atau menghilangkan lilin malam pada proses membatik. Cara pelepasan lilin malam, antara lain sebagai berikut :

1. kerokan
kerokan yaitu pelepasan lilin malam dari permukaan kain batik dengan cara dikerok benda semacam pisau tumpul sampai bersih.

2. Lorod
Lorod yaitu pelepasan lilin malam dari permukaan kain batik dengan caraq direbus dengan air panas. Untuk mempermudah biasanya air rebusan (lorodan) diberi soda abu.

3. Bensin
Penghilangan lilin malam pada kain batik dapat dilakukan dengan membasahi menggunakan bensin.dengan melakukan hal tersebut, lilin malam akan meleleh dan lepas dari kain.

4. Setrika
Pelepasan lilin malam dapat dilakukan dengan dipanaskan menggunakan setrika dengan pemanasan tersebut, lilin malam akan meleleh.


Batik Tulis


Batik tulis

Batik tulis

Batik tulis yaitu batik yang dihasilkan dengan cara menggunakan canting tulis sebagai alat gambar. Caranya dengan melekatkan cairan lilin malam (wax) pada permukaan kain. Teknik pembuatan batik ini lebih rumit dan lebih lama waktu pengerjaannya. Hasilnya pun lebih bersifat individual. Artinya hasil akhir tergantung pada ketrampilan tukang pembatiknya. Semakin teliti dan halus pembuatannya maka hasilnya akan lebih halus pula.

Proses pembuatan batik tulis

Proses pembuatan batik tulis diperlukan persiapan secara matang agar memperoleh hasil yang bagus. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut :
1. Persiapkan sehelai kain mori putih yang sudah diberi warna dasar dengan warna muda.

2. Buatlah pola di atas kain dengan pensil. Bagi yang telah ahli, pola ini langsung dibuat dengan menggunakan canting dan malam. kegiatan ini biasa disebut mola atau membuat pola atau nyemplongi.

3. Wajan berisi malam disiapkan. Api kompor kecil saja untuk menghindari lidah apikompor yang menjilat lilin malam dalam wajan karena dapat terbakar. Biarkan sampai malam meleleh, cair dan berwarna tua sehingga didapatkan malam yang mencair dengan sempurna. Dengan begitu mmalam dapat mencair lancar pada cucuk canting.

4. Siapkan canting sesuai ukuran yang dibutuhkan. Cara memegang canting disesuaikan dengan bentuk canting yang memiliki ujung melekung dan besar. Hal ini berbeda  dengan pensil atau pena yang memiliki ujung lurus.

5. jika sudah siap ambillah malam dengan canting atau nyamplungan.

6. perhatikan ujung cucuk canting agar selalu dalam kondisi siap sebelum memulai membatik. Cucuk canting yang dalam keadaan siap tidak ada genangan malam berlebihan di ujung canting. Dengan begitu cucuk canting dalam keadaan lancar tidak tersumbat. Supaya lancar biasanya pembatik meniup cucuk canting. Jika dengan tiupan cucuk canting masih tersumbat maka diatasi dengan menusuk lubang cucuk canting dengan serat ijuk.

7. hati-hati ketika proses membatik dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari agar malam yang masih dalam keadan panas tidak mengenai telapak tangan.

Proses pewarnaan batik tulis

Langkah slanjutnya setelah pemalaman adalah pemberian warna pada batik. Dua cara pewarnaan batik dilakukan dengan teknik celup dan teknik colet atau coletan.

a. teknik celup
teknik celup adalah cara pewarnaan dengan mencelupkan seluruh kain mori ke dalam cairan warna. Seluruh bagian kain direndam sehingga seluruhnya terkena cairan warna.

b. teknik colet
teknik colet yaitu teknik pewarnaan pola-pola batik dengan dikuaskan pada setiap bidang pola seperti melukis. Dengan demikian, teknik ini dapat menghasilkan pewarnaan lebih detail dan berwarna-warni. Alat atau kuas yang digunakan disebut colet yangb terbuat dari belahan bambu yang salah satu ujungnya dibuat seperti kuas.

Proses Pelorodan

Pelorodan yaitu tahap melepaskan atau menghilangkan lilin malam pada proses membatik. Cara pelepasan lilin malam, antara lain sebagai berikut :

1. kerokan
kerokan yaitu pelepasan lilin malam dari permukaan kain batik dengan cara dikerok benda semacam pisau tumpul sampai bersih.

2. Lorod
Lorod yaitu pelepasan lilin malam dari permukaan kain batik dengan caraq direbus dengan air panas. Untuk mempermudah biasanya air rebusan (lorodan) diberi soda abu.

3. Bensin
Penghilangan lilin malam pada kain batik dapat dilakukan dengan membasahi menggunakan bensin.dengan melakukan hal tersebut, lilin malam akan meleleh dan lepas dari kain.

4. Setrika
Pelepasan lilin malam dapat dilakukan dengan dipanaskan menggunakan setrika dengan pemanasan tersebut, lilin malam akan meleleh.


Batik Tulis

Batik Tulis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ3lNCx6bzKptrOK7kkHx5qP0i5aVTMVkWzRDpXUrbUpIC4fZI6z49bENFgyukSVtHyRPy5PqARzap4MqAay_yuImQSfkke0ywTxQnRcEgenJ_ZBUPc6gsWcx63s5H0tbdjTSGAAJsjuoz/s72-c/Batik_Tulis.jpg
View detail
Proses pembuatan batik

Proses pembuatan batik

Proses pembuatan batik

Proses pembuatan batik  memiliki dua  cara yang utama yaitu teknik batik tulis dan batik cap. Batik tulis adalah batik yang dikerjakan dengan canting tulis sedangkan batik cap adalah batik yang dikerjakan dengan teknik cap. Namun ada juga batik yang dikerjakan dengan gabungan dua teknik tersebut yaitu gabungan teknik tulis dan cap. Batik seperti ini disebut batik kombinasi.

Banyaknya proses pengerjaan batik tergantung dari jumlah pewarnaan (celup). Batik monokromatik dikerjakan dengan sekali proses (mbabar sepisan), batik dengan dua warna dikerjakan dengan dua kali proses (mbabar pindo), sementara batik dengan tiga warna dikerjakan dengan tiga kali proses yang disebut batik tiga negeri sebagai salah satu cirri batik pesisiran.

Setiap proses pembatikan pada dasarnya mengalami proses yang sama sebagai berikut :

Pemalaman - Membatik adalah pekerjaan  yang saling berurutan. Artinya satu langkah dapat dikerjakan jika langkah sebelumnya telah selesai dikerjakan. Setiap tahap dikerjakan dengan tahap yang berbeda. Sepotong mori tidak dapat dikerjakan oleh beberapa orang dalam waktu yang sama untuk beberapa tahapan.

Pemalaman  adalah proses penempelan malam sebagai bahan utama  perintang batik ke mori. Mori yang telah di buat polanya kemudian dimalam dengan canting tulis  maupun canting cap. Canting batik tulis yang dipakai pada saat membuat pola batik adalang  canting klowongan atau canting dengan cucuk ukuran sedang.

Setelah pola pokok selesai dimalam kemudian membuat isen-isennya. Canting yang digunakan ketika membuat isen-isen bermacam-macam yaitu; canting cecekan, canting telon, canting prapatan.

Pewarnaan - Motif batik yang telah dicap ataupun ditulis dengan lilin malam merupakan gambaran atau motif dari batik yang akan dibuat. Proses selanjutnya pemberian warna sehingga pada tempat yang terbuka menjadi berwarna, sedangkan tempat yang ditutup lilin tidak terkena warna yang diwarnai. Oleh karena itu, jumlah pemberian lilin malam tergantung jumlah warna yang digunakan. 

Pelorodan - Pelorodan adalah proses penghilangan lilin malam yang menempel pada kain  mori. Menghilangkan lilin malam pada batik dapat bersifat menghilangkan sebagian atau menghilangkan keseluruhan lilin malam. Menghilangkan sebagian atau setempat adalah melepas lilin malam pada tempat-tempat tertentu dengan cara m,engerok dengan alat sejenis pisau. Pekerjaan dengan cara mengerok disebut ngerok atau ngerik. Pekerjaan ini dilakukan setelah kain diwedel untuk batik sogan dari solo atau yogyakarta. Maksud dari pekerjaan ini, yaitu membuaka lilin klowongan, dimana pada bekas lilin yang dikerok ini nantinya akan diberi warna soga.

Penghilangan lilin malam secara keseluruhan dapat dilakukan pada pertengahan atau akhir proses pembuatan  kain batik. Penghilangan lilin secara  keseluruhan disebut peleorodan. Pada batik pekalongan prose ini sering dilakukan. Pelorodan yang dilakukan di tengah proses pembatikan biasanya dilakukan untuk memberikan warna lain pada jejak lilin yang dilorod. Pelorodan yang dilakukan di akhir disebut mbabar atau ngebyok. Pelepasan lilin dilakukan dengan air panas. Lilin akan meleleh dalam air panas sehingga terlepas dari kain. Untuk kain dengan pewarnaan bahan alam (nabati), air panas diberi kanji. Sementara untuk pelepas lilin (pelorodan), kain batik dengan pewarnaan obat sintesis air lorodan lainnya diberi soda abu.

Proses pembuatan batik

Proses pembuatan batik  memiliki dua  cara yang utama yaitu teknik batik tulis dan batik cap. Batik tulis adalah batik yang dikerjakan dengan canting tulis sedangkan batik cap adalah batik yang dikerjakan dengan teknik cap. Namun ada juga batik yang dikerjakan dengan gabungan dua teknik tersebut yaitu gabungan teknik tulis dan cap. Batik seperti ini disebut batik kombinasi.

Banyaknya proses pengerjaan batik tergantung dari jumlah pewarnaan (celup). Batik monokromatik dikerjakan dengan sekali proses (mbabar sepisan), batik dengan dua warna dikerjakan dengan dua kali proses (mbabar pindo), sementara batik dengan tiga warna dikerjakan dengan tiga kali proses yang disebut batik tiga negeri sebagai salah satu cirri batik pesisiran.

Setiap proses pembatikan pada dasarnya mengalami proses yang sama sebagai berikut :

Pemalaman - Membatik adalah pekerjaan  yang saling berurutan. Artinya satu langkah dapat dikerjakan jika langkah sebelumnya telah selesai dikerjakan. Setiap tahap dikerjakan dengan tahap yang berbeda. Sepotong mori tidak dapat dikerjakan oleh beberapa orang dalam waktu yang sama untuk beberapa tahapan.

Pemalaman  adalah proses penempelan malam sebagai bahan utama  perintang batik ke mori. Mori yang telah di buat polanya kemudian dimalam dengan canting tulis  maupun canting cap. Canting batik tulis yang dipakai pada saat membuat pola batik adalang  canting klowongan atau canting dengan cucuk ukuran sedang.

Setelah pola pokok selesai dimalam kemudian membuat isen-isennya. Canting yang digunakan ketika membuat isen-isen bermacam-macam yaitu; canting cecekan, canting telon, canting prapatan.

Pewarnaan - Motif batik yang telah dicap ataupun ditulis dengan lilin malam merupakan gambaran atau motif dari batik yang akan dibuat. Proses selanjutnya pemberian warna sehingga pada tempat yang terbuka menjadi berwarna, sedangkan tempat yang ditutup lilin tidak terkena warna yang diwarnai. Oleh karena itu, jumlah pemberian lilin malam tergantung jumlah warna yang digunakan. 

Pelorodan - Pelorodan adalah proses penghilangan lilin malam yang menempel pada kain  mori. Menghilangkan lilin malam pada batik dapat bersifat menghilangkan sebagian atau menghilangkan keseluruhan lilin malam. Menghilangkan sebagian atau setempat adalah melepas lilin malam pada tempat-tempat tertentu dengan cara m,engerok dengan alat sejenis pisau. Pekerjaan dengan cara mengerok disebut ngerok atau ngerik. Pekerjaan ini dilakukan setelah kain diwedel untuk batik sogan dari solo atau yogyakarta. Maksud dari pekerjaan ini, yaitu membuaka lilin klowongan, dimana pada bekas lilin yang dikerok ini nantinya akan diberi warna soga.

Penghilangan lilin malam secara keseluruhan dapat dilakukan pada pertengahan atau akhir proses pembuatan  kain batik. Penghilangan lilin secara  keseluruhan disebut peleorodan. Pada batik pekalongan prose ini sering dilakukan. Pelorodan yang dilakukan di tengah proses pembatikan biasanya dilakukan untuk memberikan warna lain pada jejak lilin yang dilorod. Pelorodan yang dilakukan di akhir disebut mbabar atau ngebyok. Pelepasan lilin dilakukan dengan air panas. Lilin akan meleleh dalam air panas sehingga terlepas dari kain. Untuk kain dengan pewarnaan bahan alam (nabati), air panas diberi kanji. Sementara untuk pelepas lilin (pelorodan), kain batik dengan pewarnaan obat sintesis air lorodan lainnya diberi soda abu.

Proses pembuatan batik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdpnXO5qRxPJw03H8aSsHGnvPpSjC0KFUTcHK3DK2tmivB3QZ-xT9L4ZQUinjGoC58cbUnTM1fRS8hCN9NfNiTr5XM0RC-nC1fdmMTKWFP8lzmEhziifpwBCjNgnzI9hBfhE4N2IhgpGTV/s72-c/proses+pembuatan+batik.jpg
View detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rojobatik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger